Rabu, 14 Mei 2008
MATERI UAS MENULIS II 2008
Perkuliahan 15 dan 16 Mei 2008 tidak dilangsungkan. Silakan Anda menyiapkan diri untuk menempuh ujian akhir semester genap ini. Proses pengerjaan ujian ini dapat Saudara mulai sejak membaca informasi ini.
Deskripsi materi ujian:
Posisikan Anda sebagai pemilik toko, perusahaan, atau penyalur barang. Pilihlah spesialisasi barang yang Anda jual-tawarkan (mebel, perabot dapur, alat perkantoran, alat tulis, buku pelajaran, elektronik, kendaraan, dsb.), salah satu saja. Kirimkan surat penawaran Anda kepada Bapak St. Kartono di SMA Kolese De Britto, Jl. Adisucipto 161, Yogyakarta 55281, via pos. Surat penawaran lengkap disertai brosur dan daftar harga sampai ke alamat yang dimaksud pada 31 Mei 2008. Anda perlu memperhitungkan proses kerja Kantor Pos.
Kriteria penilaian: kelengkapan surat, bahasa surat, dan proses penyampaian.
Anda wajib tetap hadir pada Selasa 27 Mei 2008 pukul 14.00, baik kelas 2B maupun 2C untuk menandatangani presensi ujian sekaligus cek tahapan proses Saudara.
Sebagai bukti bahwa Anda secara pribadi membuka blog ini, saya mempersilakan Anda untuk menuliskan 1 paragraf saja mengenai perkuliahan selama 1 semester ini (refleksi, komentar, harapan, pujian, evaluasi, atau apapun) pada kolom komentar halaman ini dengan mencantumkan nama + email Anda.
Saya berharap Saudara-Saudara tetap bersemangat dan terus MEMBACA!
Senin, 17 Maret 2008
Materi USIP Kelas B & C
MEMBUTUHKAN KARYAWAN PEMASARAN
Syarat:
1. Pria/wanita minimum lulusan SLTA
2. Menguasai Program MS Offise
3. Sehat jasmani dan rohani
Kirimkan lamaran lengkap beserta CV + pas foto
terbaru kepada HRD Manager MBC.
Kotak Pos 5555 JKT 10270
Kode Amplop lamaran KPMBC di sudut kiri atas.
Lamaran paling lambat 27 Maret 2008
____________________________________
Para mahasiswa, susunlah sebuah surat lamaran sesuai
tawaran lowongan pekerjaan di atas. Serahkan lengkap
pada waktu pertemuan perkualiahan 27/28 Maret 2008.
Selamat mengerjakan. Selamat merayakan Paskah, untuk Anda
yang merayakan! Salam.
Sabtu, 08 Maret 2008
Materi Kuliah 13 & 14 Maret 2008
Para mahasiswa yang saya cintai, silakan ambil materi ini (surat lamaran pekerjaan dan contohnya) untuk bahan pertemuan mendatang. Saya berharap Anda telah siap ketika kita bersemuka di forum kelas.
http://www.lowongan-kerja.info/tips/surat-lamaran/surat.html
Kamis, 07 Februari 2008
Materi Pertemuan II -- MENULIS II
· Sehelai kertas atau lebih yang di dalamnya tertulis suatu pesan, yang disajikan dalam format yang khas, yaitu format surat. Pesan tersebut dapat berisi pemberitahuan, penghiburan, pernyataan, permintaan, penawaran, penolakan, atau persetujuan.
· Surat adalah salah satu alat komunikasi tertulis untuk menyampaikan suatu pesan dari seseorang, satu pihak, atau suatu organisasi/instansi kepada orang, pihak, atau organisasi/instansi lain.
· Kemajuan teknologi telah memberikan berbagai alternatif sarana penyampaian pesan, seperti internet, telegram, faksimili, dan telepon.
· Sebuah surat dinilai efektif apabila pesan yang ingin dikomunikasikan penulis sampai pada tujuannya, pembaca terhindar dari kesalahan menafsirkan.
· Empat hal penting dalam berkomunikasi dengan surat:
pengirim surat, yaitu orang atau lembaga yang menyampaikan pesan melalui surat
penerima surat, yaitu orang atau lembaga sasaran yang dikirimi surat
pesan, yaitu isi yang ingin disampaikan oleh pengirim.
saluran, yaitu surat itu sendiri yang memuat pesan yang diformulasikan dalam ragam tulis dan disajikan dalam format surat yang sesuai dengan keperluan.
· Surat yang menyangkut kepentingan tugas atau dinas disebut surat dinas atau surat resmi. Surat resmi yang baik memiliki ciri-ciri berikut.
Menggunakan instrumen yang sesuai, yaitu ukuran, jenis, dan warna kertas, warna tinta, serta bentuk tulisan (terutama bila menggunakan mesin ketik atau komputer).
Memakai bentuk surat yang standar.
Menggunakan ragam bahasa Indonesia baku dengan penyampaian yang singkat, lugas, jelas, dan santun, serta menyajikan fakta yang benar bila diperlukan.
Menghindari kata-kata dan singkatan yang tidak umum.
Memperhatikan kerapian dan kebersihan surat.
Jenis-jenis Surat
1. Menurut kepentingan dan pengirimannya, surat dapat dikelompokkan sebagai berikut.
a. Surat pribadi, yaitu surat yang dikirimkan seseorang kepada orang lain atau suatu organisasi/instansi. Kalau surat ditujukan kepada seseorang seperti kawan atau keluarga, bahasa yang dipakai relatif lebih bebas.
b. Surat dinas pemerintah, yaitu surat resmi yang digunakan instansi pemerintah untuk kepentingan adminstrasi pemerintahan.
c. Surat niaga, yaitu surat resmi yang dipergunakan oleh perusahaan atau badan usaha.
d. Surat sosial, yaitu surat resmi yang digunakan oleh organisasi kemasyarakatan yang bersifat nirlaba (nonprofit).
2. Menurut isinya, surat dapat dikelompokkan menjadi surat pemberitahuan, surat keputusan, surat
perintah, surat permintaan, surat panggilan, surat peringatan, surat perjanjian, surat pengantar,
surat penawaran, dan surat lamaran pekerjaan.
3. Menurut sifatnya, surat dapat diklasifikasikan sebagai berikut.
a. Surat biasa, artinya surat dapat diketahui oleh orang lain selain yang dituju.
b. Surat konfidential (terbatas), maksudnya, isi surat hanya boleh diketahui oleh kalangan
tertentu yang terkait saja.
c. Surat rahasia, yaitu surat yang isinya hanya boleh diketahui oleh orang yang dituju.
4. Berdasarkan banyaknya sasaran, surat dikelompokkan menjadi surat biasa, surat edaran, dan surat
pengumuman.
5. Berdasarkan tingkat kepentingan penyelesaiannya, surat terbagi atas surat biasa, surat kilat, dan
surat kilat khusus.
6. Berdasarkan wujudnya, surat terbagi atas surat bersampul, kartu pos, warkat pos, telegram,
faksimili, memo, dan nota.
7. Berdasarkan ruang lingkup sasarannya, surat terbagi atas surat intern dan ekstern. ***
Jumat, 01 Februari 2008
Surat Untuk Mendiknas
SURAT TERBUKA SEORANG GURU UNTUK MENDIKNAS
Oleh St. Kartono
Pak Menteri yang saya hormati,
Begitu Presiden Megawati menyebut nama Anda sebagai Menteri Pendidikan Nasional saat mengumumkan susunan Kabinet Gotong Royong (9/8), segera saya membongkar “harta karun” berupa kliping Kompas yang bertahun-tahun rapi tersimpan. Sungguh saya sangat antusias mendengar nama Anda disebut sebagai menteri pendidikan, di manapun saya mengikuti tampilan Anda tetap mengesankan profil seorang guru. Saya ingat sungguh salah satu tulisan Anda di harian ini, meski lupa mencatat tanggal terbitnya, toh dapat dikenali termuat kurang lebih enam tahun lampau. Seorang A. Malik Fadjar menulis artikel yang berjudul “Yang Tersisa dari Peringatan Hari Guru”.
Dalam artikel tersebut, Anda mengungkapkan sebuah kisah nyata dengan putri sendiri. Kiranya tidak berlebihan jika prolog artikel yang sangat manusiawi itu kembali saya kutipkan, “Sebagai seorang yang lebih dari 36 tahun tetap setia menggeluti profesi guru, tiba-tiba saya terperangah dengan lengkingan suara anak perempuan saya yang bekerja di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pasalnya, waktu itu saya sedang membaca surat pemberitahuan tentang kenaikan gaji berkala, dari gaji pokok sebesar Rp 445.800,00 menjadi Rp 475.200,00. Mengapa anak saya itu melengking? Bukankah mestinya merasa bahagia lantaran ayah tercintanya naik gaji pokoknya, yang berarti pula penerimaannya juga akan ikut naik? Memang begitu seharusnya. Tetapi nampaknya ia hampir tidak percaya, bahwa ayahnya yang sudah guru besar dan bermasa kerja lebih dari 36 tahun, ternyata gaji pokoknya masih lebih rendah dari dirinya yang bekerja di BUMN dengan masa kerja kurang dari satu tahun dan masih berstatus calon pegawai (capeg)”.
Pengalaman Anda yang telah berlalu lebih dari 10 tahun, tampaknya masih dan akan dialami oleh banyak orang muda yang menekuni profesi keguruan di negeri ini. Kegelisahan-kegelisahan akan kemapanan ekonomi masih menjadi perbincangan utama rekan-rekan sekerja saya. Setiap tahun kerepotan membarui kontrakan rumah dan kegamangan kapan akan memiliki tempat tinggal sendiri sekedar untuk berteduh bagi keluarganya, tidak pernah tahu kapan akan terjawab. Muncul perasaan tidak rela setiap kali – terutama sebagai guru swasta – melihat daftar gaji mencantumkan potongan pajak penghasilan alias Pph sekian persen. Gaji kecil masih diperkecil dengan pajak penghasilan, belum di rumah dikenai lagi berbagai pajak termasuk pajak penerangan jalan.
Jika saya mengingatkan kembali kisah nyata yang Anda alami, ada harapan besar kepada Anda untuk mengambil persoalan tersebut sebagai salah satu keprihatinan penting dalam memperbaiki situasi pendidikan negeri ini. Dulu pengalaman itu riil Anda alami, sekarang Anda berperan besar untuk memperbaiki keadaan agar lebih baik. Perbaikan penghasilan bagi para guru kiranya untuk zaman kini akan memberikan kemapanan status sosial kaum pendidik yang kian terpuruk di tengah masyarakat.
* * *
Pak Menteri yang guru yang saya hormati,
Sepuluh hari sebelum ditunjuk sebagai menteri, di koran Kompas ini (30/7) Anda menyebut perlunya penataan sistem pendidikan nasional. Saat itu saran yang Anda buat tertuju kepada Mendiknas yang akan ditugasi oleh Presiden Megawati. Tiga strategi yang dapat dilakukan oleh Mendiknas dalam melakukan penataan sistem pendidikan nasional, yaitu mengembangkan suasana pendidikan yang kondusif, profesionalisme dan networking, serta pendidikan yang menyeluruh. Patut digariswabawahi pentingnya pendidikan yang menyeluruh. Menurut Anda, pendidikan secara menyeluruh itu harus mengembangkan kecerdasan, rasa hati nurani, dan keterampilan yang dilakukan oleh tangan. Sekarang tegas dan jelas bahwa aktor utama penataan tersebut adalah Anda.
Pendidikan menyeluruh yang Anda maksud mencakup competence, conscience, dan compassion, memang masih jauh dari yang diharapkan. Kurikulum sekarang menjunjung tinggi supremasi akal alias kognitif. Misalnya, siswa tingat SMU setiap minggu harus belajar 42 jam pelajaran (@ 45 menit)) untuk 14 mata pelajaran. Selama di kelas I dan kelas II siswa belajar bahasa Indonesia dan bahasa Inggris 9 jam pelajaran, selebihnya dibagi masing-masing 2 jam pelajaran untuk pendidikan agama, Pancasila, seni, jasmani, sejarah, dan pelajaran IPS. Materi pelajaran IPS memang kegemukan, sejumlah materi tumpang tindih antarjenjang pendidikan, seperti materi SLTP terlalu banyak di SD, materi SMU menyodok di SLTP. Bahkan penyusunan materi di SMU untuk mata pelajaran matematika dan fisika memunculkan kesulitan bagi para guru. Ada sejumlah pokok bahasan yang sebenarnya membutuhkan prasyarat pokok bahasan lain tidak bisa begitu saja diajarkan. Belum lagi kesulitan lintas mata pelajaran, misalnya, hitung-hitungan teori dalam fisika yang membutuhkan materi matematika, pada hal materi matematika baru diajarkan di tingkat berikutnya (Kartono, 2000).
Proses pendidikan telah kehilangan kesempatan untuk mengasah nurani, kepedulian dan keterampilan tangan siswa. Materi pelajaran yang terkesan over-load sangat dirasakan oleh para guru. Mereka dibebani target materi harus selesai, materi harus dijejalkan, materi harus tersampaikan kepada siswa. Kekhawatiran pada hasil ulangan umum bersama atau Ebtanas semakin memacu guru bersikap “materi-oriented”. Buku pelajaran sebagai acuan mesti dirunut dengan taat jika menginginkan semua bahan sampai ke tangan siswa. Berjejalnya materi semakin terasa membebani para guru dan siswa jika mengikuti pengaturan libur dalam kalender akademis yang ditetapkan pihak Depdiknas. Pihak departemen hanya berpijak pada hitungan jumlah hari efektif yang terpenuhi, bukan pada praksis pendidikan yang di dalamnya ada upaya membangun motivasi belajar yang tidak gampang. Bisa dipastikan hasil akhir mekanisme demikian akan membawa siswa sekadar “tahu sedikit tentang banyak”.
Pak Guru Menteri yang manusiawi,
Anda mencita-citakan keutuhan pendidikan bagi orang-orang muda sekarang. Saya melihat ada satu unsur program pengajaran dalam kurikulum yang tidak digarap dengan sungguh-sungguh yakni kegiatan ekstra kurikuler (ibid). Penyelenggaraan kegiatan ekstra kurikuler dapat mengasah hati nurani dan kepedulian, dihadirkan sebagai keutuhan program kurikuler. Yang dipahami dan dilaksanakan oleh banyak sekolah umumnya dengan kegiatan ekstrakurikuler adalah memberikan kegiatan tambahan sore hari berupa olah-raga dan kesenian. Bahkan karena sifat kegiatan ekstrakurikuler tidak wajib dan tidak berkait langsung dengan penilaian akademis yang ditulis di rapor, banyak sekolah yang tidak melaksanakannya.
Keterbatasan fasilitas, pembimbing, atau pendanaan menjadi alasan utama untuk tidak menyelenggarakan ekstrakurikuler. Memberlakukan kegiatan ekstrakurikuler untuk seluruh siswa berarti memberikan kesempatan yang sama kepada mereka untuk mengasah hati nurani dan kepedulian sosialnya. Ekstrakurikuler pertama-tama diintroduksikan kepada siswa bukan untuk mendapatkan nilai sebagai angka-angka di rapor, tetapi sebagai kesempatan pengembangan diri. Ketika seorang siswa memilih kegiatan ekstrakurikuler bulutangkis, sepakbola, atau voli, di sana dapat disampaikan pentingnya disiplin kehadiran, kebersamaan, kerja sama dengan orang lain. Bahkan keberanian menerima kekalahan. Kepedulian kepada sesama dapat diwujudkan dengan berbagi tanggungjawab dan kerja sama sebagai tim. Kegiatan ekskul mana pun dapat direfleksikan sebagai pengasah afeksi alias nurani. Yang tidak terjadi di banyak sekolah adalah menyampaikan dan meyakinkan kepada para siswa secara terus-menerus tentang tujuan kegiatan ekstrakurikuler, agar tidak jatuh dalam pemahaman sekadar mengisi waktu.
Akhirulkalam Pak Menteri,
Sungguh saya memahami tidak mudah bagi Anda menata pendidikan di negeri ini yang telah bertahun-tahun hidup dalam “fenomena katak rebus”. Visi memang penting, namun lebih penting lagi adalah implementasi. Ketika menulis surat ini saya sembari melirik foto Anda di koran kita ini (30/7) halaman 9. Di sana ada senyum tertahan tetapi menyiratkan optimisme, tentu saja ini juga bagi pendidikan di negeri ini. Semoga! #
Pertemuan Perdana Menulis II
Kompetensi
· Mahasiswa memahami dasar-dasar menulis korespondensi
· Mahasiswa terampil menulis surat sesuai dengan tujuan
Materi (Perhatikan Silabus)
· Lingkup surat-menyurat dan surat pribadi
· Dasar-dasar komposisi surat
· Surat dinas
· Surat niaga
· Kebahasaan surat dinas dan niaga
· (E-mail) *
Waktu
Kelas B Kelas C
v Januari 31 -
v Februari 14, 21, 28 1, 8,15, 22, 29
v Maret 6, 13, 27 14, 28
v April 3, 10, 17, 24 4, 11, 18, 25
v Mei 8, 15 2, 9, 16
Total : 13 pertemuan 14 pertemuan
PENGANTAR PERTEMUAN I
· Surat salah satu sarana komunikasi tertulis.
· Berisi pesan dari satu pihak (perorangan,kelompok, atau organisasi) kepada pihak lain.
· Unsur yang tampak pada surat adalah pengirim surat, penerima, pesan, dan saluran.
· Pengirim surat harus memperhatikan sasaran, pesan atau isi surat, dan bentuk surat.
· Surat yang baik harus mampu menjembatani maksud pengirim dan penerimaan si
penerima.
· Surat dapat berfungsi sebagai
- wakil pribadi, kelompok, atau organisasi
dasar atau pedoman kerja - bukti tertulis yang otentik
- arsip atau alat pengingat
dokumen sejarah
PENTING !
Para mahasiswa PBSID II Kelas B dan C,
Mata Kuliah Menulis II (Korespondensi) mungkin menimbulkan anggapan perihal materi perkuliahan yang sepele atau sederhana. Surat-menyurat selalu menjadi materi yang tidak pernah terlewatkan sejak Anda belajar di SD sampai dengan di SMA. Jika surat-menyurat atau korespondensi sekedar dipahami sebagai persoalan teknis belaka, perkuliahan bisa Anda abaikan begitu saja.
Akan tetapi, perkuliahan ini menjadi penting jika dibawa ke arah pembiasaan mendisplinkan diri dalam berpikir dan tulis-menulis. Betapa saya mengalami, melihat, bahkan menerima sendiri surat-surat yang ditulis dan dikirimkan secara sembrono, entah salah tulis, salah alamat, bahkan pengungkapan ide yang menimbulkan multitafsiran. Pembiasaan membutuhkan latihan terus-menerus.
1 Februari 2008
st kartono
